Selasa, 9 September 2014

RE: Sebuah Pertanyaan





Banyak hal kita pertanyakan. 

Tentang jodoh,
Tentang pertemuan,
Tentang akhir konflik,

Atau mungkin juga tentang akhir semesta.

Kita dituntut untuk mengalah dan berkorban, sedang sejak dari dulu kita sudah sering menjadi mangsa korban.

Mengalah,
Menangis,

Dan mungkin juga berundur.

Hati kita sensitif sekali. Tidak boleh dibahas tentang sesuatu yang kita selalu fikir, bahwa itu milik kita. Bukan lagi sesuatu hal pinjaman dari Ilahi.

Disatu malam yang sepi, kita masih bertanyakan soalan yang sama biarpun tahun itu selalu datang dengan pelbagai cerita-cerita yang wujudnya sudah menjadi memori; tapi nyata masih segar lagi.

Kita senang dengan kehidupan kita sekarang, tapi selalu rindu dengan kehidupan kita yang dulu. Hidup ini sebegitu, selalu datang untuk ditinggalkan.

Kita menangis lagi lalu bertanya;

"Tuhan, jodoh aku siapa?"

Sambil duduk mempertanyakan saat hati merasa gundah dan hati yang selalu berteman dengan sepi.


Tiada ulasan:

Catat Ulasan