Rabu, 12 November 2014

Stalking: the bitter-sweetness of secretly loving you

Demikianlah, tersebab terlalu mencintaimu: Aku begitu mengagumi perempuan yang telah menaklukkan hatimu.
Namanya Rania. Dia barangkali terlihat seperti seorang perempuan teller bank biasanya: Bekerja di jantung ibukota, dia harus bangun dua jam lebih pagi dari tellerbank di kota-kota lainnya. Dia berangkat pukul lima pagi, sarapan di atas kendaraan, sambil menghabiskan dua jam perjalanan di tengah kemacetan dengan memeriksa timline akun-akun sosial medianya, juga menuliskan kalimat sederhana yang setiap hari dituliskannya di dinding Facebookmu, seperti: “Selamat pagi, Matahariku. Tetaplah menyinari hari-hariku.” 
Aku tersenyum setiap kali membacanya. Aku menyukai caranya menuliskan kalimat sederhana yang begitu bertenaga—untukmu. Aku mencintai imajinasiku tentang caramu tersenyum setiap kali membaca kalimat-kalimat yang dituliskan kekasihmu itu.
Apa yang paling menyakitkan di dunia ini? Barangkali terlalu mencintai. 
Aku begitu ingin mengambil sedikit saja dari hidup Rania untuk kujadikan bagain lain dari hidupku. Aku ingin mencuri hari-harinya, menggantikan perannya… Mungkin ada saat-saat di mana dia tidak puas pada hidupnya… Ya, aku ingin hidup di hari-hari itu, menggantikan rasa sedih, cemas atau bosannya. Aku ingin menjadi perempuan yang menyapa pagimu sebagai matahari, memintamu terus menyinari hari-hari dalam hidupnya.
Aku mengagumi Rania sebesar aku mencintaimu.
Aku ingin menjadi dia yang memaki jalanan kota Jakarta, setiap pulang kerja. Aku ingin meniru caranya cemberut atau marah atau menangis. Aku ingin memukul-mukul dadamu saat kamu datang terlambat menjemputku. Aku ingin pura-pura marah, seperti Rania, saat kamu berusaha meminta maaf dan berjanji tak akan mengulangi kesalahanmu lagi. Aku ingin menggodamu saat kita makan malam berdua di pinggir jalan… Aku ingin menyuapimu seperti anak kecil, membuatmu tertawa. Aku suka cara Rania membuatmu tertawa.  
Aku suka caramu memeluknya terlalu erat, membuatnya meringis kesakitan. Aku suka setiap kali dia menendang betismu dengan high-heels-nya. Aku suka caranya meminta maaf sambil mengusap-usap rambutmu.
Apa yang paling menyedihkan di dunia ini? Barangkali kegagalan untuk menjauhi kehidupan orang-orang yang mencuri cinta dari hatimu.
Aku ingin melakukan semua yang Rania lakukan padamu. Aku suka caranya memaksamu memacu kendaraanmu lebih cepat dari biasanya. Aku suka kebiasaannya yang tak mau turun dari mobilmu, sebelum kamu membukakan pintu untuknya. Aku selalu ingin menjadi Rania yang ditelinganya kau bisiki tiga kata sederhana, “Selamat tidur, Sayang.”
Aku suka cara Rania tersenyum. Aku suka ejekannya untukmu, “Pulangnya jangan negbut-ngebut, Gendut!” Aku suka cara Rania melambaikan tangan, melepasmu di setiap kepergian. Aku selalu membaca cerita-cerita indahnya tentangmu di halaman-halaman Facabooknya. Aku suka foto selfie kalian berdua.
Ah, cara Rania berusaha tidur. Aku suka doanya tentang ingin segera bisa terbangun di sampingmu keesokan harinya. Aku ingin dibangunkan oleh suara beratmu.
Apa yang paling membebaskan di dunia ini? Barangkali menuliskan semua ini.
Entahlah, aku mencitai caramu mencintai orang lain.

Tiada ulasan:

Catat Ulasan