Khamis, 27 November 2014

Selamat bertemu diri sendiri

‎Kurang sebulan saja lagi, kita akan menyambut tahun baru 2015. Bila tiba hujung bulan 12 nanti, kita harus sedia menjawab soalan untuk diri kita sendiri ; apa yang kita hasilkan pada 2014? 

Apakah 2014 ini lebih baik dari 2013 yang kita tinggalkan berlalu begitu saja, atau 2014 ini adalah penyambung semangat kita untuk tetap yakin ‎bahwa kita sedang berjalan pada sebuah kejayaan lima atau sepuluh tahun akan datang?

Atau kita masih lagi melalui perang-perang emosi dendam dengan masa lalu yang telah mendidik kita jadi pembenci pada sebuah perjalanan hidup?

Dalam persoalan dan jawapan, tentu saja. 

30 hari menuju hal yang lebih baik : kita harus jawab persoalan itu. Persoalan yang tak boleh kita abaikan seperti mana pertanyaan orang - orang lain sebelum ini.





Isnin, 24 November 2014

Tentang Jodoh


Instagram: bsa_awan

Pernah

‎Kita telah miliki, sesuatu hal yang sebenarnya telah kita lepaskan tanpa sadar.

Hidup adalah melengkapi yang kurang.

Ahad, 23 November 2014

Perjuangan


"Hari pertama patah dibaca sambil memangku anak buahku..baca sehingga dia tdor..mudahan dia mendengar dan bisa mnjd seperti penulis patah.." --Pembaca BSA

--

Bila foto ini dikirim oleh salah seorang pembaca saya, saya jadi syahdu. Terlalu terusik. Bayi ini sakit demam kuning. Dari syurga dia turun untuk berbakti , tapi harus berjuang melawan sakitnya dulu. Segera sembuh ya pahlawan, semoga jadi anak yang bijaksana merubah dunia satu hari nanti.

Sabtu, 22 November 2014

Ikhlas memahami

‎Ki‎ta selalu bertanya tentang hari esok yang kabur dari mata kita. Apakah kita ini paling pantas untuk miliki apa yang kita impikan sedangkan kita ini bukan siapa-siapa?

Untuk waktu yang selalu berlari laju, aku kini sedang berjalan. Mendekatlah. Jangan tinggalkan aku.

Seperti langit yang rindukan hujan.

‎Tuhan sudah menetapkan bahwa setiap hambanya itu akan bertemu dengan seseorang, entah besok atau entah kapan, ia pasti datang dengan waktu yang tak terduga.

Sapulah air mata.

Kehadapan, kamu


Jumaat, 21 November 2014

Serangkai Peristiwa

Tentang rindu yang tak tersampaikan, 
Aku selalu melihatmu dalam kejauhan.
Hidup ini adalah serangkai peristiwa dimana harga untuk sosok seseorang itu dinilai dari pemergian.

Terima kasih kerana pernah ada.

Maaf kerana tak kembali,
Aku belajar mengenal diri sendiri dari pemergian.

Yang nombor dua

‎Memang meluahkan perasaan untuk pergi itu kejam. Tapi rasanya tak lah sakit mana dari simpan orang lain lama-lama kan? Dah berapa lama dengan dia?

--BSA

Selasa, 18 November 2014

Cuma untuk beberapa waktu

‎Proses move on itu,
Adalah bila kau banyak menangis.

Itu baik.

Menangislah.

Lepas itu, 
Kau kena bangun.

Untuk hal yang lebih baik.

Pergi

Sesuatu hal yang sudah pergi, itu bermakna kita sedia menerima hal yang baru. 

Tanpa sadar.

Ahad, 16 November 2014

Pepatah BSA



Rasa



"Terkadang kau cuba untuk sampaikan rasa kau pada orang lain tentang bagaimana untuk kau pergi untuk hapuskan semua ingatan kau pada memori manis pertama. Kerna bagi kau, memori didik untuk kau jadi pendendam. Satu saat, kau penat. 

Tapi, orang sekeliling kau tak pernah faham rasa kau. Tak semudah dengan ungkapan; sabar. 

Tak-- 

Kau terus bangun untuk kehidupan kau biarpun kau rasa sakit untuk kau lalui hari-hari. Permulaan hari kau, benda pertama yang kau lihat adalah talifon. Rasa kau pada dia subur, sedang rasa dia pada kau sudah mati. 

Yang kejamnya, hati kau tak mati-mati biarpun tiap hari kau jadi pembunuh untuk hati sendiri...
‎"

Sabtu, 15 November 2014

Yang lama

pilih orang lain,
tapi ingatan pada yang lama.

memang kita rasa manis pada yang baru,
sebab sudah tak punya rasa pada yang lama.

bersembang pun,
dah habis banyak topik untuk dibualkan.

tapi apakah yang baru itu sama seperti yang lama?

yang boleh terima ketawa kita,
yang boleh terima malu kita,
yang boleh terima kekurangan kita,

yang tak marah tinggi suara dengan kita,
yang pujuk saat kita tiba-tiba moody,

*diam*

sebab itu kita banyak sangat fikir pada yang lama,
sebab yang baru tak sama macam yang lama.

Kita


instagram: bsa_awan

Jumaat, 14 November 2014

Asing

‎Akan ada ketikanya, kita akan berdiri dengan segagah-gagahnya lalu menenangkan hati gusar sahabat kita‎ dengan berkata;

"Menangislah semahunya, hadapilah dengan sekuat kudrat dan tenaga, maka kamu akan fahami makna disebalik perpisahan ini. Hari ini tak sama seperti hari semalam, dan hari esok akan menjanjikan kita lebih baik dari hari ini. Marilah mulai bersama-sama.Tetaplah terus berjalan..."

Kembalilah bertemu sahabat-sahabat kalian yang pernah sekali atau beberapa kali terguris hatinya hanya kerana waktu yang sering tersalah bagi. 

Walaubagaimanapun, mereka tetap ada dan sedia  mendengarkan luah hati yang tak tahu harus kemana mahu diluahkan.

Rabu, 12 November 2014

Stalking: the bitter-sweetness of secretly loving you

Demikianlah, tersebab terlalu mencintaimu: Aku begitu mengagumi perempuan yang telah menaklukkan hatimu.
Namanya Rania. Dia barangkali terlihat seperti seorang perempuan teller bank biasanya: Bekerja di jantung ibukota, dia harus bangun dua jam lebih pagi dari tellerbank di kota-kota lainnya. Dia berangkat pukul lima pagi, sarapan di atas kendaraan, sambil menghabiskan dua jam perjalanan di tengah kemacetan dengan memeriksa timline akun-akun sosial medianya, juga menuliskan kalimat sederhana yang setiap hari dituliskannya di dinding Facebookmu, seperti: “Selamat pagi, Matahariku. Tetaplah menyinari hari-hariku.” 
Aku tersenyum setiap kali membacanya. Aku menyukai caranya menuliskan kalimat sederhana yang begitu bertenaga—untukmu. Aku mencintai imajinasiku tentang caramu tersenyum setiap kali membaca kalimat-kalimat yang dituliskan kekasihmu itu.
Apa yang paling menyakitkan di dunia ini? Barangkali terlalu mencintai. 
Aku begitu ingin mengambil sedikit saja dari hidup Rania untuk kujadikan bagain lain dari hidupku. Aku ingin mencuri hari-harinya, menggantikan perannya… Mungkin ada saat-saat di mana dia tidak puas pada hidupnya… Ya, aku ingin hidup di hari-hari itu, menggantikan rasa sedih, cemas atau bosannya. Aku ingin menjadi perempuan yang menyapa pagimu sebagai matahari, memintamu terus menyinari hari-hari dalam hidupnya.
Aku mengagumi Rania sebesar aku mencintaimu.
Aku ingin menjadi dia yang memaki jalanan kota Jakarta, setiap pulang kerja. Aku ingin meniru caranya cemberut atau marah atau menangis. Aku ingin memukul-mukul dadamu saat kamu datang terlambat menjemputku. Aku ingin pura-pura marah, seperti Rania, saat kamu berusaha meminta maaf dan berjanji tak akan mengulangi kesalahanmu lagi. Aku ingin menggodamu saat kita makan malam berdua di pinggir jalan… Aku ingin menyuapimu seperti anak kecil, membuatmu tertawa. Aku suka cara Rania membuatmu tertawa.  
Aku suka caramu memeluknya terlalu erat, membuatnya meringis kesakitan. Aku suka setiap kali dia menendang betismu dengan high-heels-nya. Aku suka caranya meminta maaf sambil mengusap-usap rambutmu.
Apa yang paling menyedihkan di dunia ini? Barangkali kegagalan untuk menjauhi kehidupan orang-orang yang mencuri cinta dari hatimu.
Aku ingin melakukan semua yang Rania lakukan padamu. Aku suka caranya memaksamu memacu kendaraanmu lebih cepat dari biasanya. Aku suka kebiasaannya yang tak mau turun dari mobilmu, sebelum kamu membukakan pintu untuknya. Aku selalu ingin menjadi Rania yang ditelinganya kau bisiki tiga kata sederhana, “Selamat tidur, Sayang.”
Aku suka cara Rania tersenyum. Aku suka ejekannya untukmu, “Pulangnya jangan negbut-ngebut, Gendut!” Aku suka cara Rania melambaikan tangan, melepasmu di setiap kepergian. Aku selalu membaca cerita-cerita indahnya tentangmu di halaman-halaman Facabooknya. Aku suka foto selfie kalian berdua.
Ah, cara Rania berusaha tidur. Aku suka doanya tentang ingin segera bisa terbangun di sampingmu keesokan harinya. Aku ingin dibangunkan oleh suara beratmu.
Apa yang paling membebaskan di dunia ini? Barangkali menuliskan semua ini.
Entahlah, aku mencitai caramu mencintai orang lain.

Tinggal memori

"Ada peluang kali kedua untuk kita menjalaninya kembali?"

‎Sedayanya kita cuba untuk reset semua hal untuk kembali sepertimana kita tersenyum melihat lensa camera talifon dulu. Selfie berkali-kali biarpun dilihat sinis orang-orang tepi. Kita tak peduli itu.

Tapi sayang, kata-kata selalu jadi hal pertama untuk dikenang‎, tapi tidak pada tingkah laku yang baik pernah dilaburkan.

"Selamat hari jadi! Nah, ini hadiah untuk awak. Buka lah! Suka tak?"

Hadiah hari jadi yang puas kita google dia suka apa. Yang 24 jam kita fikir dia akan pakai kah apa yang kita bagi?

Sweet kan dulu? Tapi sekarang tak lagi. Semua tinggal memori.

*pup!*


Isnin, 10 November 2014

PEPATAH BSA

Mungkin kita banyak kekurangan,
Tetapi bukan berarti mereka lebih baik daripada kita.
--BSA

Ahad, 9 November 2014

Perjuangan PATAH

‎Menyiapkan pesanan #bukupatah hingga lewat pagi, jam 3.42 pagi.



Sampai sekarang, #bukupatah masih lagi dijual.

Ucapan jutaan terima kasih saya buat semua yang terlibat dalam perj‎uangan menjual PATAH.

Saya masih ingat lagi beberapa tahun yang lalu. PATAH ini beberapa kali sudah melalui proses tunda. Bukan sekali atau dua kali, ia ditunda hampir setahun selepas PATAH menjalani promosi besar-besaran.

Saya pernah patah semangat untuk membukukan hasil tulisan saya dulu. Manuskrip PATAH di tolak beberapa penerbit. ‎Bukan saja mencari penerbit itu susah, tapi mencari kata penghantar untuk PATAH juga agak payah.

Akhirnya, saya cuba-cuba untuk email seorang penulis muda di Indonesia iaitu Fahd Djibran untuk mendapatkan kata penghantar kalau-kalau PATAH ini berjaya mencuri hati mana-mana penerbit kelak.



Alhamdulillah. Selang beberapa hari, selepas subuh email saya dijawab. Fahd dengan bersahaja sudi untuk menulis kata penghantar dan menyambut baik kehadiran penulis baru seperti saya sekaligus memberikan saya satu angin baru bahwa PATAH harus dibukukan.

Tidak cukup dengan hanya email, malah saya ‎dikirim video oleh Aulia yang bertemu langsung dengan Fahd Djibran di Bandung untuk berikan kata-kata semangat untuk saya.




2 bulan selepas pertemuan Aulia dan Fahd di Bandung, kebetulan Fahd akan ke Kuala Lumpur untuk tugas dimana dia mewakili Indonesia untuk satu persidangan Asia.

Dan dengan itu, saya punya kesempatan untuk bertemu langsung dengannya.







Santai dan bersahaja. Kalimat yang masih segar diingatan saya;

"Kiki, ini bukan zamannya kita mencari penerbit. Tapi penerbit yang mencari kita.."

Sebulan selepas pertemuan itu, akhirnya saya beranikan diri untuk bukukan PATAH secara DIY - independent.  Dicetak dan dijual pada pembaca-pembaca blog yang sudah lama menanti.





Akhirnya, tanggal 23 Julai 2013 PATAH lahir. Di lancarkan di Morne Art Gallery dan dihadiri oleh pembaca-pembaca setia blog BSA. Akhirnya janji saya pada mereka tertunai selepas bertahun saya berikan mereka harapan yang tak pasti.



Hari ini sudah 9 November 2014. Sudah setahun lebih PATAH dijual. Dengan semangat tanpa putus asa, dengan perjuangan yang bukan kecil ujiannya, atas doa yang dikirim oleh semua, alhamdulillah PATAH sudah hampir masuk kecetakan ke - 6 bersamaan juga hampir 2 ribu naskah PATAH sudah terjual.



Saya tidak melakukannya dengan sendirian. PATAH dibantu ramai askar-askar BSA yang turut sama promote dan menjual pada kawan-kawan yang lain. Ia dijual di negeri mereka masing-masing. Di Sabah terlalu hebat pukulannya hingga satu majlis khusus bersama pembaca-pembaca di Sandakan dan Kota Kinabalu di buat sejurus selepas jualan di sana hampir mencecah 500 naskah.





Jadi begitulah manis dalam sebuah perjuangan. PATAH adalah 'hati' saya yang saya kongsinya dengan semua orang dimana perjalanan yang berliku itu dilalui dengan kenikmatan yang tak terluah seperti hari ini.

Saya dengan rendah diri, ucapkan jutaan terima kasih buat mereka yang banyak membantu seperti Wassim, Syafiq Cukang, Aiman,  Cik Sarah, Cik Non, Misda, Aisya Said, Santhi dan semua sahabat-sahabat di Sandakan dan KK,   Aunty Shima, Zayani, Ustaz Muhammad Iqbal, Arif Ariffin, Fifi Afiqah, Saiful Zanawi, Aulia, ‎Lindy Kurnia, Fit, kalian memang luar biasa.

Semoga Tuhan balas setiap titik peluh kalian itu dengan nikmat kelazatan tak terperi.

Aamiin.

Selasa, 4 November 2014

BUKU PATAH

Assalamualaikum Kiki
Maafkan Kak Lola kerana lama tak berhubungan dengan Kiki.

First of all...Kak Lola nak ucapkan terima kasih kerana penghantaran naskhah Patah yg sangat cepat. Kak Lola dah terima kesemua buku Patah dalam keadaan elok.

Secondly, Kak Lola dah berjaya serahkan by hands pada BFFs Kak Lola buku Patah. Reaksi mereka? Sangat terharu. And buat Kak Lola rasa sangat berbaloi beli buku Patah

Lagi dua buku Kak Lola kena pos sbb mereka tinggal jauh. Sekali lagi terima kasih kepada Kiki...buku Patah bukan sekadar sebuah buku malah ianya adalah pengerat persahabatan dan penenang dikala hati suram. Kak Lola happy kawan-kawan kakak enjoyed reading Patah as much as i do.

Thanks Kiki and take care. Teruskan berkarya

--


PATAH DI KOREA !!


PATAH di salah sebuah sekolah di Negeri Sembilan