Jumaat, 30 Januari 2015

Dalam diam

‎Kita semua berhak untuk bahagia biarpun setiapnya itu, dinafikan dengan kemunafikan orang-orang yang dengki.

--BSA

Jatuh untuk bangun lagi.

Hanya dengan jatuh saja, 
Boleh buat kau belajar untuk bangun. 

Hanya dengan air mata saja, 
Boleh buat kau untuk tak lagi menyakiti hati orang lain. 

--BSA

kita yang terbiasa


instagram : bsa_awan

Perasaan

Akhirnya,

Kau dan aku kembali sendiri,
Tak sampai biarpun dicuba berkali-kali.

--BSA

Cukup saja.

‎Ingin meluahkan,
Bimbang menyakiti.

Tidak diluahkan,
Hati tersakiti.

--BSA

Khamis, 29 Januari 2015

Perasaan

‎Mana mungkin rasa ini hanya sekadar teman, 
Kalau sudah sering berjalan berdua. 

Mana mungkin tanpa perasaan, 
Sedangkan kita ini dua jantina yang berbeda. 

 --BSA

Rabu, 28 Januari 2015

Kembali

Kalau dengan kembali itu 
Boleh sembuhkan hati kamu 

Aku cuma minta satu; 

 Untuk tak diungkit lagi, 
Tentang kekurangan aku itu. 

 --BSA

Sabtu, 24 Januari 2015

Dari Tawau, Sabah.


Terima kunjungan keluarga BicaraSamaAwan dari Tawau , Sabah. Bersama Mami Shima, Ririn dan Kak Coney. Kami makan dan berbual bersama. 

Online.


Gerimis mengundang


Bukan sekejap denganmu
Bukan mainan hasratku
Engkau pun tahu niatku
Tulus dan suci
Senang benar kau ucapkan
Kau anggap itu suratan
Sikit pun riak wajahmu tiada terkilan

Khamis, 22 Januari 2015

Menjauh

‎Hanya dengan rasa yang boleh buat cinta kau itu subur untuk terus mendekat.

Andai ia semakin jauh,
Itu adalah perjuangan yang bukan lagi perjuangan.

Menyerahlah.

Kau punya pilihan yang lebih baik dalam menjalani.

Rabu, 21 Januari 2015

kutipan BicaraSamaAwan


Kita mencintai,
Kerana rasa.

Kita saling dekat,
Kerana ragu.

Kita dingin,
Kerana sudah lama.

Kita berpisah,
Kerana lelah. 

--BSA

Selasa, 20 Januari 2015

Pram pernah kata


Hidup ini bukan pasar malam. Di tengah pesta kehidupan, kita tidak berbondong-bondong datang. Satu per satu kita datang, satu per satu kita berjalan dan menjelajah, satu per satu kita menciptakan kisah kita masing-masing, hingga tiba saatnya nanti satu per satu kita mengakhiri jalan ini-pulang. 

(Pramoedya Ananta Toer - Bukan Pasar Malam, hal 526) 

Khamis, 15 Januari 2015

Pelan-pelan pergi

Diam itu, 
gantung tak bertali.


Menjauh itu,
Alasannya sibuk.

Senyum itu,

pura-pura,

Keterpaksaan itu, 
jelas sekali.

--BSA



Isnin, 12 Januari 2015

Lalui lah itu.

Nanti,
Kau sujud lagi pada Tuhan.

Kau minta,
Apa yang selalu hati kau bisik.

--

Menjadi orang yang selalu ditinggalkan itu, 
Baik.
Sangat baik.

Kau akan rapat dengan Tuhan.

Secara tak langsung,
Kau akan belajar untuk kenal diri sendiri.

Tak semua orang boleh terima kita,
Seadanya.

Tak semua orang boleh terima keluarga kita,
Apa adanya.

Cuma kau kena belajar :
Untuk terima apa saja.

Sepertimana yang Tuhan tiba-tiba bagi,
Seperti yang sebelumnya.

'berjanjilah untuk selalu menjadi orang yang baik'

Sabtu, 10 Januari 2015

Biasa

‎Mungkin salah satu antara kita, 
Menganggap cinta itu biasa saja.

Mana mungkin yang memperjuangkan itu aku,
Yang diam itu kamu.

--BSA

Rabu, 7 Januari 2015

TERLANJUR MEMILIH


INSTAGRAM : bsa_awan

MILIK MAK AYAH


instagram : bsa_awan

Siapa kita?

‎Siapa kita untuk menidakkan rasanya yang kini tak sama lagi seperti dulu?

Siapa kita untuk kata padanya;

"Hey, duduk disini jangan pergi mana-mana.."

Siapa kita untuk minta dia selamanya ada disini, 

tak seperti hari ini?

Siapa kita untuk minta dia jadi orang yang sepertimana kita mahu?

Sejak pertama kali.

Siapa kita?

Kita hanya bayang-bayang yang berimpian untuk jadi pasangan hidupnya.

Cuma bayang-bayang,
Yang selalu ikut kita.

Bukan,
Dia bukan kita punya.


--BSA



Selasa, 6 Januari 2015

Disetiap doa kita.

cukup kita minta pada Tuhan,
siapa yang selalu bermain di hati kita.

Cukup untuk kita tak lupa Dia,
untuk 5 waktu kita.

Cukup kita sayang Dia,
pada tahajud tiap malam kita.

Cukup pada setiap doa.

Air mata yang jatuh atas sejadah,
Tuhan sayang.

jarang sekali,
Tuhan tidak berkehendak demikian.

--BSA
 

Perlu waktu


instagram : bsa_awan

Isnin, 5 Januari 2015

selamat datang 2015 bersama memori

cuma kadang-kadang,
kau rasa pandang muka sendiri pun
jijik--

kau nak jalan,
tapi tak tahu nak pergi mana.

nak move on,
jauh sekali kau gagah.

rindu.

malam adalah waktu paling tepat untuk kau berkawan dengan memori
sepertimana detik ini

tak apalah.

main-main dulu dengan memori kalau sudah benar itu boleh bahagiakan kau,
kejap lagi kau tertidur.