Isnin, 31 Ogos 2015

Tanpa dia

Dengan bekas kekasih ni kau kena berlagak kuat, untuk ajar dia erti MENGHARGAI. 

Dia text,
Reply.

Dia minta maaf,
Maafkan.

Dia minta untuk kembali,
Bilang cinta tak boleh datang berkali-kali. 

"Jaga apa yang ada di depan mata, bukan dengan membiarkan seseorang yang sudah sayang kemudian diam ..."

Kemudian kau jalanlah pelan-pelan,
Sampai satu saat kau dah jauh berjalan,
Dengan tanpa sadar kau sudah boleh berlari.

Tanpa dia.

KIKI GRINDAWANGSA 

Ahad, 16 Ogos 2015

sebelum melihat

kalau kau rasa kau tak lagi bahagia,
kalau kau pandang dia dengan kekurangan,
kalau kau rasa dia tak seperti yang kau mahu,

jangan diam.

tapi lihatlah pada diri sendiri,
apakah kita lebih cukup untuk dia?

dan jangan lupa untuk luahkan.

tak semua orang boleh mengerti,
tentang bisik hati sendiri.

tak semua orang boleh baca,
tanpa kita luahkan.

KIKI GRINDAWANGSA

Khamis, 6 Ogos 2015

Kalimat : KG

Wanita memang bukan untuk ditandingi. Tapi ia tetap akan jadi pemenang dengan satu sifat; kelembutan.

KIKI GRINDAWANGSA 

Jauh berjalan

Begitulah kita.

Sering mencari sungguhpun ia sudah ada di depan mata. 

Sepertimana kalimat Zarry Hendrik

"Cinta itu sama saja. Yang membedakan ia adalah dari bagaimana kita memperjuangkannya.."

Buanglah ego yang tak akan pernah kemana, kita ini dijadikan berdua dengan kesempatan yang bukan untuk berkali-kali.

Maka,
Waspadalah.

SELAMAT MALAM


 

Ahad, 2 Ogos 2015

Menanti Tulisanmu

Aku selalu menanti tulisanmu. Karena darimana lagi aku bisa tahu tentang apa yang sedang kamu pikirkan bila tidak dari sana. Kita tidak pernah bercakap-cakap tentang sesuatu yang dalam, hanya sebuah sapaan. Aku selalu menunggu tulisanmu. Karena darimana lagi aku bisa tahu tentang jalan pikiranmu, tentang masalah yang sedang kamu hadapi, atau tentang perasaan yang sedang kamu rasakan. Meski tulisan itu tidak sepenuhnya mewakili perasaan, setidaknya aku tahu perasaanmu masih hidup untuk nantinya aku cintai. Itu pun bila kamu mengijinkan.

Aku selalu membaca tulisanmu. Dari halaman satu hingga halaman yang aku yakin akan terus bertambah. Karena darimana lagi aku bisa mengenalmu dengan leluasa bila tidak dari sana. Aku bahkan tidak kuasa menyebut namamu di hadapan temanmu. Aku harus menunggu sepi atau malam hari untuk bisa leluasa memandang layar dan membaca berulang-ulang setiap kata yang lahir dari pikiran dan hatimu.

Aku menyukai cara jatuh cinta seperti ini. Tidak kamu tahu dan aku pun tidak harus repot-repot bertanya kesana kemari tentangmu hari ini. Teruslah menulis, karena suatu hari salah satu tulisanmu akan kuwujudkan. Tentang resahmu menunggu seseorang yang tak kamu tahu siapa, tapi kamu percaya pasti datang. Aku pasti datang.

hai kamu, apa khabar ?

bukan maksudku untuk kembali memanggil kenangan lalu. Tapi ternyata kenangan itu sulit tenggelam sepertima namamu yang selalu ada diingatan.

aku mencintaimu saat kehilangan,
aku merindukanmu saat kaki ini sudah jauh melangkah.

tidak berganjak dan aku masih duduk disitu.
ditempat kita pernah duduk bersama.