Sabtu, 2 September 2017

Social Media Dan Waktu Yang Berjalan

Saya selalu berharap kalau nanti satu saat, saya dan isteri tidak lagi memerlukan social media untuk turut campur ke dalam urusan hidup kami. Sosial Media dan talifon genggam ini, saya akan cuba pelan-pelan untuk mendekatkan apa yang selama ini sudah kita rasai sebagai "jarak" sebelum kita mendirikan rumah tangga.

Saya akan selalu mengimpikan bahwa berumah tangga itu adalah "masa bersama" dan berpasangan itu adalah teman hidup untuk bercerita tentang apa saja. Saya selalu ingin duduk bersarapan pagi dengan tatapan mata, menghirup kopi panas, menikmati roti bermentega sambil berpegangan tangan.

Kami tidak perlu lagi peduli soal notification yang masuk. Apalagi whatsapp group yang selama ini sudah cukup menggangu kita dengan deringan yang bertalu-talu, dengan topik yang sudah cukup mual kita baca. Sindir-sindiran soal isu masa kini, politik yang menjengkelkan, dan gossip murahan tentang orang itu dan orang ini.

tidak penting--

Hidup yang paling bermakna adalah apabila kita mampu duduk di satu meja untuk makan bersama, duduk diruangan sofa untuk menonton Tv bersama dan mampu mengisi seberapa banyak masa untuk anak kita kelak.


***

beli #bukupatah karya #bicarasamaawan ? 
whatsapp ke 018-2656-760

Tiada ulasan:

Catat Ulasan