Khamis, 19 Disember 2019

"Mengapa mudah kita menyimpulkan bahawa itu adalah jodoh, perpisahan itu pula semacam takdir dan keruntuhan iman adalah berpunca dari iblis? Bukankah kita harus berdaulat pada diri sendiri , supaya tidak mudah dibawa arus?"

--BicaraSamaAwan

5 Oktober 2019


Tuhan berikan saya seseorang untuk menemani saya dalam urusan dunia dan akhirat saya. Pada 5 Oktober 2019, akhirnya saya menikah.

"Karena Kau ringankan aku dengan illa wus’aha
Selebihnya Kau tanggung sendiri bersama para staf-Mu
Segala yang la yukallifullahu nafsan.

Maka tak terhingga rasa syukurku kepada-Mu
Betapa takkan terpanggul amanah-Mu oleh kekerdilanku
Namun betapa ringan tugas-tugas itu karena Kau fasilitaskan kendaraan cinta-Mu

Sejumlah Malaikat-Mu menabuh genderang cinta
Semua anak cucuku mempersembakan
Tarian kemesraan dan koreografi kerinduan

Meskipun abacadabra sesungguhnya
Dunia seisinya tak tega aku menatapnya
Bumi beserta penghuninya haihata tak sanggup hatiku memandangnya.."

2019. 
Emha Ainun Nadjib

Rabu, 18 Disember 2019

2019 akan berlalu pergi.

dalam beberapa tahun kebelakangan ini, saya telah cuba untuk bangunkan kembali blog ini.

Saya cuba untuk menyusun huruf, baris kata , dan semangat Bicara Sama Awan di sini. Tapi ternyata ianya tidak berhasil. 

Setelah buku jodoh terbit, saya tidak lagi aktif. Bahkan di ruang facebook ,  twitter dan instagram saya juga sepi.

Saya rindu untuk menulis seperti dulu. Menumpahkan perasaan dan bercerita seperti dulu.

Tahun 2019 akan meninggalkan kita. Terasa rugi sekali biarkan kisah 2019 berlalu begitu saja.  

Dengan semangat tahun 2020 ini, saya akan cuba sekali lagi untuk bangun. Menulis dan berkongsi kisah bersama.

Doakan saya. 

KIKI GRINDAWANSA

Mula

Berabuk.
Banyak habuk.

saya rasa , saya harus mulakan semula.

Rindu pada huruf?
ya. 

Rindu untuk menulis?
sangat.