Showing posts with label bicarasamaawan. Show all posts
Showing posts with label bicarasamaawan. Show all posts

Friday, September 22, 2023

Sekeras-keras hati manusia, akan lebur juga dengan kelembutan.


Jadilah air, bukan api—


—BicaraSamaAwan

Adda, sebuah cerita.

“Abang, tadi kat wad ada orang tegur sayang. Dia tanya, ini wife kiki kan?”


“Lepas tu?”


“Lepas tu sayang tanya, macam mana tahu? Dia cakap dia tahu dari IG. Dia cakap lagi, saya Adda. Pembaca Kiki. Lembut je isteri kiki ni.. Nanti kirim salam kat Kiki ye..”


Saya tersenyum. Itu Adda Jasmi! Pembaca awal2 dulu zaman saya aktif menulis blog sekitar tahun 2010. Adda sakit apa? Bisik saya dalam hati.


Hari ini, saya dapat khabar paling sayu. Ingatan saya kembali pada “terima kasih” dari Adda untuk isteri saya. Air mata saya jatuh. Ia jatuh kerana isteri saya telah menjaga salah seorang pembaca saya di wad dengan rencana yang disusun oleh Allah dan ia cukup romantis. 


Mungkin, Allah menghantar isteri saya untuk berterima kasih terlebih dulu pada Adda kerana telah mendukung tulisan-tulisan suaminya dengan bahasa badan yang hanya difahami oleh semesta waktu itu. 


Dalam bahasa yang paling tepat, itu juga adalah salah satu cara saya berterima kasih pada Adda yang telah membeli buku-buku saya, dan menjadi salah seorang pembaca paling tegar Bicara Sama Awan.


Al-fatehah untuk Adda Jasmi. Semoga ditempatkan di kalangan orang-orang beriman. 


Aamiin—

Adalah mudah untuk meletakkan kepercayaan, adalah tidak mudah untuk menerima segalanya—


BSA—

Monday, February 10, 2020


dan sekarang kita bicarakan soal hak masing-masing yang dulunya kita kongsi. 
.
.
Mungkin kita tidak sejalan, tapi kita punyai hati yang sama. Berjalan di langit yang sama, bersedih di atas rasa yang sama. 
.
.
Maaf, janganlah sampai mencaci maki. Kita adalah dua hati yang pernah berkongsi. 
.
.
 -- Kiki Grindawangsa 

Tuesday, January 7, 2020

Begitulah hidup.
kau dipaksa untuk terima hal yang kau sendiri tidak suka,
dipaksa nikmati hal yang jijik untuk dirasakan,
dan dipaksa untuk berpura-pura tersenyum biarpun tidak. 

Begitulah kita yang memilih ; atas nama cinta.

Thursday, December 19, 2019

"Mengapa mudah kita menyimpulkan bahawa itu adalah jodoh, perpisahan itu pula semacam takdir dan keruntuhan iman adalah berpunca dari iblis? Bukankah kita harus berdaulat pada diri sendiri , supaya tidak mudah dibawa arus?"

--BicaraSamaAwan

5 Oktober 2019


Tuhan berikan saya seseorang untuk menemani saya dalam urusan dunia dan akhirat saya. Pada 5 Oktober 2019, akhirnya saya menikah.

"Karena Kau ringankan aku dengan illa wus’aha
Selebihnya Kau tanggung sendiri bersama para staf-Mu
Segala yang la yukallifullahu nafsan.

Maka tak terhingga rasa syukurku kepada-Mu
Betapa takkan terpanggul amanah-Mu oleh kekerdilanku
Namun betapa ringan tugas-tugas itu karena Kau fasilitaskan kendaraan cinta-Mu

Sejumlah Malaikat-Mu menabuh genderang cinta
Semua anak cucuku mempersembakan
Tarian kemesraan dan koreografi kerinduan

Meskipun abacadabra sesungguhnya
Dunia seisinya tak tega aku menatapnya
Bumi beserta penghuninya haihata tak sanggup hatiku memandangnya.."

2019. 
Emha Ainun Nadjib

Thursday, October 12, 2017

KEPUTUSAN AKHIR

“Orang hanya melihat dengan mata. Mereka hanya mendengar dari cerita-cerita. Tapi apakah mereka cuba untuk selami hati kita?”

Akan tiba para hakim, pejuang-pejuang alam maya dan para manusia datang untuk menyatakan tentang itu dan ini tidak lama lagi. Tentang bagaimana kita harus menjaga rumah tangga seolah kita ini tidak menempuh pahit dalam ujian hidup bersama. Mereka hanya nampak pada sebuah keputusan, tapi tidak memahami kenapa kita harus buat satu keputusan. Apalagi ianya merupakan hal yang berat, jauh lebih dari yang kita inginkan. Ini adalah sesuatu yang sangat penting dalam hidup kita sendiri. Menyelesaikan apa yang belum selesai.

Semua orang berniat dalam hati untuk menikah dan bahagia. Bukan menikah untuk tidak bersama. Jadi apabila keputusan untuk memilih pergi ini dibuat, ini bukan dari keputusan yang datang dari fikiran kita sebelum bernikah. Tidak. Sebelum membuat langkah untuk pergi, ini adalah jalan terakhir yang telah kita fikirkan bertahun-tahun dengan sedalam-dalamnya.

Apakah mereka mengerti?
Tidak.

Orang hanya melihat dengan mata. Mereka hanya mendengar dari cerita-cerita. Tapi apakah mereka cuba untuk selami hati kita?

Sebuah kapal tidak mampu berlayar dengan sempurna andai hanya satu pihak saja yang berusaha menggerakkanya. Anak perlukan kasih sayang orang tua, tapi adilkah kasihnya itu diragut untuk diberikan pada orang lain?

Kalau kita berfikir bahwa kita bertahan hanya kerana anak, tentang kasih sayang yang tidak lengkap, apakah dengan berdiam diri dan membiarkan semua ini anak-anak kita mampu untuk mendapat kasih yang selengkapnya?

Kita dihujani dengan prasangka orang-orang yang hanya melihat dengan mata, mendengar dari telinga orang lain, hanya kerana satu keputusan. Tapi dalam perjalanan yang kita tempuh bertahun-tahun pernah mereka bertanya;

“apakah selama ini kita baik-baik saja?” Tidak.

Mungkin ini adalah jalan yang terbaik untuk kita mencari khilaf masing-masing. Berpisah sementara tidak berarti menolak jodoh selamanya. Mungkin ruang akan datang kembali mengetuk pintu hati kita sendiri apakah sebenar-benarnya kita ini memerlukan antara satu sama lain?

*** 

Tuhan sedang menguji 
Kekuatan Kesabaran 
Dan ketabahan 

 Kuat lah. 

Sahabatku yang baik, 
Suatu hari nanti, 
anak-anak akan mengerti, 
perjuangan kita membesarkan mereka. 

 --BicaraSamaAwan

Monday, October 2, 2017

Kalimat BSA 2017



"Ketahuilah sejak aku berkenalan denganmu aku telah berjudi dengan hatiku sendiri.."

--Bicara Sama Awan

Wednesday, August 30, 2017

Tewas

"Mereka main bukan untuk kalah. Mereka bermain untuk negara. Tapi kalau rakyatnya mencaci pemain mereka sendiri, itu sama saja seperti mereka mencaci negara sendiri..." --BicaraSamaAwan

Friday, August 25, 2017

Pasca 2017

Saya sering mengingatkan pada diri saya sendiri untuk tidak terlalu aktif di Facebook , Instagram dan social media yang lain.

Hati saya masih belum boleh menerima.

dengan bahasa diam,
hari ini saya login semula blog bicarasamaawan ini.

Sentimental value--

Beberapa hari yang lalu, boss saya, Andrew pernah berkata begini;

"kiki, itu amoi sangat cantik.. hey.. tengok lah.."

saya kemudiannya menoleh ke arah andrew lalu berkata

"Andrew, saya sudah 31 tahun. dan keinginan saya bukan lagi ke arah itu. saya bukan lagi 23 tahun. Dari saya membuang masa saya pada perempuan yang belum tentu boleh menguruskan hidup saya, biarlah saya uruskan diri saya sendiri. Tanpa bergantung pada siapa-siapa...biarlah saya mencintai diri saya dulu sebelum saya mencintai orang lain.."

Andrew diam.

kemudian saya tanya kembali soalan pada Andrew

"kenapa you tak ada girlfriend Andrew?"

dia jawab

"saya ingin bebas.."

dan kami pun melanjutkan kerja masing-masing.

Monday, July 10, 2017

10 HAL TENTANG PEREMPUAN

 

1) Kalau tiba-tiba tidak ada sapaan selamat malam dari dia?
Itu bermakna dia merajuk.
2) Kalau dia kata bestnya kalau dapat pergi jalan2?
Itu bermakna, dia ingin berjalan bersama kamu.
3) Kalau pukul 9 malam dia kata dia mengantuk?
Itu bermakna dia suruh kamu cepat pulang dan luangkan waktu bersama dia.
4) Kalau dia tanya 
"awak suka makan di mana?"
Itu bermakna dia mahu ditanya tempat makan yang dia suka.
5) Kalau dia kata ada orang cuba untuk memikat dia?
Itu bermakna dia mula terasa diabaikan oleh kamu.
6) kalau dia kata 
"saya ok je"
Itu bermakna jangan.
7) kalau dia kata 
"awak ramai kawan perempuan tak?
Itu bermakna dia tak mahu persaingan.
8) kalau dia tiba-tiba diam beberapa hari?
Itu bermakna dia mahu ditanya 
"awak ada masalah?"
9) kalau dia kata 
"saya boleh selesaikan sendiri semua ini"
Itu bermakna dia minta tolong kamu dalam diam.
10) kalau dia kata 
"awak tak ada girlfriend ke?
Itu bermakna dia takut jatuh hati dengan kebaikan dan kata-kata kamu.
Nota: Ada tambahan 1 lagi.
11) kalau dia tag dan share tulisan ini?
Itu bermakna, dia ingin dimengerti.
Kerana perempuan itu lumrahnya memang begitu. Tak pernah dewasa dengan usianya. Kerana itu dia di panggil perempuan.
--BicaraSamaAwan