Sabtu, 14 Oktober 2017

"Lebih dari satu jam presiden FAM bercakap soal permasalahan bola sepak di Malaysia, tapi tak ada yang peduli. Yang dipeduli hanya 20 saat terakhir soal negara. Orang-orang kita memang masih belum bersedia untuk terima perubahan, tidak optimis dengan keyakinan sendiri, mudah tersinggung dengan kata-kata, kuat main sosial media dan suka menyebarkan kebencian sesama kita. Kemudian berharap, Malaysia akan masuk World Cup..."

                                 --KIKI GRINDAWANGSA

Khamis, 12 Oktober 2017

KEPUTUSAN AKHIR

“Orang hanya melihat dengan mata. Mereka hanya mendengar dari cerita-cerita. Tapi apakah mereka cuba untuk selami hati kita?”

Akan tiba para hakim, pejuang-pejuang alam maya dan para manusia datang untuk menyatakan tentang itu dan ini tidak lama lagi. Tentang bagaimana kita harus menjaga rumah tangga seolah kita ini tidak menempuh pahit dalam ujian hidup bersama. Mereka hanya nampak pada sebuah keputusan, tapi tidak memahami kenapa kita harus buat satu keputusan. Apalagi ianya merupakan hal yang berat, jauh lebih dari yang kita inginkan. Ini adalah sesuatu yang sangat penting dalam hidup kita sendiri. Menyelesaikan apa yang belum selesai.

Semua orang berniat dalam hati untuk menikah dan bahagia. Bukan menikah untuk tidak bersama. Jadi apabila keputusan untuk memilih pergi ini dibuat, ini bukan dari keputusan yang datang dari fikiran kita sebelum bernikah. Tidak. Sebelum membuat langkah untuk pergi, ini adalah jalan terakhir yang telah kita fikirkan bertahun-tahun dengan sedalam-dalamnya.

Apakah mereka mengerti?
Tidak.

Orang hanya melihat dengan mata. Mereka hanya mendengar dari cerita-cerita. Tapi apakah mereka cuba untuk selami hati kita?

Sebuah kapal tidak mampu berlayar dengan sempurna andai hanya satu pihak saja yang berusaha menggerakkanya. Anak perlukan kasih sayang orang tua, tapi adilkah kasihnya itu diragut untuk diberikan pada orang lain?

Kalau kita berfikir bahwa kita bertahan hanya kerana anak, tentang kasih sayang yang tidak lengkap, apakah dengan berdiam diri dan membiarkan semua ini anak-anak kita mampu untuk mendapat kasih yang selengkapnya?

Kita dihujani dengan prasangka orang-orang yang hanya melihat dengan mata, mendengar dari telinga orang lain, hanya kerana satu keputusan. Tapi dalam perjalanan yang kita tempuh bertahun-tahun pernah mereka bertanya;

“apakah selama ini kita baik-baik saja?” Tidak.

Mungkin ini adalah jalan yang terbaik untuk kita mencari khilaf masing-masing. Berpisah sementara tidak berarti menolak jodoh selamanya. Mungkin ruang akan datang kembali mengetuk pintu hati kita sendiri apakah sebenar-benarnya kita ini memerlukan antara satu sama lain?

*** 

Tuhan sedang menguji 
Kekuatan Kesabaran 
Dan ketabahan 

 Kuat lah. 

Sahabatku yang baik, 
Suatu hari nanti, 
anak-anak akan mengerti, 
perjuangan kita membesarkan mereka. 

 --BicaraSamaAwan

Khamis, 5 Oktober 2017

Sebuah kehilangan

Kalau orang-orang tidak sadar akan kehadiranmu,
tidak mengakui kau ada,
tidak berterima kasih di atas kesempatan-kesempatan,
tidak nampak tentang pengorbanan,

KAU PERLU HILANG SEBENTAR

Hanya dengan kehilangan saja yang boleh orang sadar bahwa kau pernah ada,
 dan muncul lah kembali di kala senja.

Pada sebuah pagi,
mereka akan merasai sebuah kehilangan.
Kehilangan yang sebenarnya telah lama kita rasai, biarpun kita sedang bersama.

--Bicara Sama Awan

Rabu, 4 Oktober 2017

Terapi diri


“tetapkan keyakinanmu, melebihi rasa keyakinan mereka...”
---------------------------------------------------------------------------------------
Buat yang ingin menjadi seorang penulis, jangan mudah patah semangat hanya kerana karya kita ditolak banyak penerbit.

Seorang penulis Indonesia pernah bertanya pada saya

“kiki, apa masalahnya sehingga buku kamu tidak terbit?”

Saya berkata padanya bahwa tulisan saya ditolak oleh penerbit. Kemudian dia memberitahu pada saya

“kiki, ini bukan zamannya kita mencari penerbit. Jika karya kamu tidak diterbitkan oleh penerbit, kalau saya jadi kamu , ya saya terbitkan sendiri.. Saya juga memulai karya pertama saya “A Cat In My Eyes” dengan cara indie dan menjual tulisan saya pada teman-teman sendiri, sehingga satu ketika mereka sadar bahwa tulisan itu bagus...”

Setelah pertemuan itu selesai, saya kembali menguatkan semangat saya untuk tetap terus menulis dan berbagi cerita. Menulis bagi saya adalah terapi diri dan membentuk kita untuk jadi seseorang yang lebih baik seperti tokoh di dalam tulisan-tulisan yang telah saya tulis.

Saya tidak mengejar apa-apa dalam penulisan. Saya hanya ingin berkongsi perasaan saya, fikiran saya dan cara saya melihat sesuatu untuk saya abadikan dalam tulisan hanya kerana satu :

‘untuk di baca oleh ramai orang, membentuk personality yang lebih baik, dan terapi diri..’

--Kiki Grindawangsa

Isnin, 2 Oktober 2017

Kalimat BSA 2017



"Ketahuilah sejak aku berkenalan denganmu aku telah berjudi dengan hatiku sendiri.."

--Bicara Sama Awan

Sabtu, 2 September 2017

Social Media Dan Waktu Yang Berjalan

Saya selalu berharap kalau nanti satu saat, saya dan isteri tidak lagi memerlukan social media untuk turut campur ke dalam urusan hidup kami. Sosial Media dan talifon genggam ini, saya akan cuba pelan-pelan untuk mendekatkan apa yang selama ini sudah kita rasai sebagai "jarak" sebelum kita mendirikan rumah tangga.

Saya akan selalu mengimpikan bahwa berumah tangga itu adalah "masa bersama" dan berpasangan itu adalah teman hidup untuk bercerita tentang apa saja. Saya selalu ingin duduk bersarapan pagi dengan tatapan mata, menghirup kopi panas, menikmati roti bermentega sambil berpegangan tangan.

Kami tidak perlu lagi peduli soal notification yang masuk. Apalagi whatsapp group yang selama ini sudah cukup menggangu kita dengan deringan yang bertalu-talu, dengan topik yang sudah cukup mual kita baca. Sindir-sindiran soal isu masa kini, politik yang menjengkelkan, dan gossip murahan tentang orang itu dan orang ini.

tidak penting--

Hidup yang paling bermakna adalah apabila kita mampu duduk di satu meja untuk makan bersama, duduk diruangan sofa untuk menonton Tv bersama dan mampu mengisi seberapa banyak masa untuk anak kita kelak.


***

beli #bukupatah karya #bicarasamaawan ? 
whatsapp ke 018-2656-760

Rabu, 30 Ogos 2017

10 Hal Tentang Perempuan



1) Kalau tiba-tiba tidak ada sapaan selamat malam dari dia?

Itu bermakna dia merajuk.

2) Kalau dia kata bestnya kalau dapat pergi jalan2?

Itu bermakna, dia ingin berjalan bersama kamu.

3) Kalau pukul 9 malam dia kata dia mengantuk?

Itu bermakna dia suruh kamu cepat pulang dan luangkan waktu bersama dia.

4) Kalau dia tanya "awak suka makan di mana?" Itu bermakna dia mahu ditanya tempat makan yang dia suka.

5) Kalau dia kata ada orang cuba untuk memikat dia?

Itu bermakna dia mula terasa diabaikan oleh kamu.

6) kalau dia kata "saya ok je"

Itu bermakna jangan.

7) kalau dia kata "awak ramai kawan perempuan tak?

Itu bermakna dia tak mahu persaingan.

8) kalau dia tiba-tiba diam beberapa hari?

Itu bermakna dia mahu ditanya "awak ada masalah?"

9) kalau dia kata "saya boleh selesaikan sendiri semua ini"

Itu bermakna dia minta tolong kamu dalam diam.

10) kalau dia kata "awak tak ada girlfriend ke?

Itu bermakna dia takut jatuh hati dengan kebaikan dan kata-kata kamu.
Nota: Ada tambahan 1 lagi.

11) kalau dia tag dan share tulisan ini?

Itu bermakna, dia ingin dimengerti.
Kerana perempuan itu lumrahnya memang begitu. Tak pernah dewasa dengan usianya. Kerana itu dia di panggil perempuan.

--BicaraSamaAwan