Followers

Album

Album

Friday, October 24, 2014

Artfest 2014 , UiTM Shah Alam


untuk mereka yang selalu gusar dan punyai banyak pertanyaan untuk dilontarkan , tentang BicaraSamaAwan, tentang BUKU PATAH, boleh hadir ke ARTFEST di UiTM Shah Alam.

saya punya slot jam 12 tengah hari ya!




ya, cuma menang dengan umur. Tapi tidak pada logika.

kerana kita ini ikhlas dalam menjalani silaturahim,
tanpa ragu.

sayang sekali dinodai,
oleh orang yang sejujurnya itu tidak bahagia dalam hidup.

menuding jari pada orang lain itu kononnya diri itu bersih,
yang salah itu selalu saja kita.

memang kita kalah dengan umur yang menurut semua orang itu adalah pantas untuk dihormati, tapi apakah manusia seperti kita ini dihidupkan tanpa perasaan?







Monday, October 20, 2014

Wednesday, October 15, 2014

Untuk dia.


RE: Memayung Cinta



Kita melihat banyak sisi kebahagian. Antaranya, orang sekeliling kita yang menyusung payung untuk memelihara cinta.

Ada banyak hal yang kita selalu tuntut dalam berpasangan. Kasih sayang, waktu dan kebersamaan. Kita ingin setiap detik yang berganjak itu adalah hak mutlak milik kita.

Tapi dalam kebersamaan kita banyak menidakkan sesuatu hal yang sebenarnya itu adalah diri kita sendiri. Pergaulan, penglihatan, dan juga tingkah laku sehari-hari ini hilang dalam penglihatan bila berdua.

Kita berbohong untuk menjaga, kita berterus-terang tidak dimengerti. Jadi apa ya makna disebalik jalinan kebersamaan ini?

Hati kita terlalu halus dalam meminta untuk sama seperti orang lain yang terlihat didepan mata itu bahagia selalu. Tapi dalam masa yang sama kita menafikan untuk menjadi diri sendiri semata untuk jadi apa yang dia suka.

Kita gagal untuk yang keseratus kali. Pada sebuah kebersamaan sempurna memayung cinta, tapi tidak untuk diri sendiri.

Tuesday, October 14, 2014

RE: Restu


Tak.

Tak semudah itu untuk kita kesana.‎ Terlalu banyak hati perlu kita gerakkan agar semua setuju setiap mahu kita. Kebahagiaan itu adalah dengan meminta izin pada setiap orang. Walhal, restu orang tua saja sudah cukup.

Tapi tak.

Semua orang sibuk membicarakan tentang kebahagiaan yang kita bina sedang sikit pun kita tak pernah terfikir untuk sibuk dan mencampuri urusan orang lain.

Hidup rumit dalam keramaian sedangkan kita boleh kecapi bahagia biarpun hanya berdua.


Thursday, October 9, 2014

RE : TAK APA



Sudah, 
cukup.

Memang air mata itu boleh mereda sejuta rasa mahu, tapi terkadang bila diikut rasa terus menerus, jalan setiap lorong itu kelam.

Kasihan.

Rasa jijik pandang cermin sambil hati maki sendiri.

"Kenapa?!"

Duduk dan pandanglah sebentar disebalik kejadian suram ini mahu dihantar apa oleh Tuhan.

Berjalanlah sedaya-nya saat hati tak sama sepertimana raut wajah bertemu orang. Hidup itu sememangnya begitu, harus berpura-pura walau dengan hati sendiri.

Sudah tak ada apa yang mampu dipandang oleh diri sendiri sekarang seolah semua sudah mati yang tinggal hanyalah hati yang tidak bertuan.

Hati,

Yang sudah tidak punya apa rasa biarpun dipijak berkali.

Hati,

Yang tidak mempeduli apa pun yang bakal jadi.

Lelah dalam berlari biarpun semua itu mampu dirasa hanya sekadar berjalan.

kawan,

Memang kita tak punya harga pada orang yang bagi mereka kita ini siapa? Langsung tak pandang bila depan mata, tapi rindu bila jauh dari mata.

Kawan,

Setuju sekali kalau dikatanya kita ini lembik hanya kerana pengkhianatan yang kejam datang tak diduga. Kepercayaan kita, kesungguhan kita, tak pernah diangkat untuk jadi bermakna.

Tapi,

Apakah hidup ini hanya untuk kita tunduk setiap rasa jatuh tanpa kita mencuba?

Berkali kita jadi orang lain dalam sedapkan hati orang lain.

Beratus kali kita pijak hati sendiri hingga jadi kering tak kenal rasa perasaan.

Maka,
Berhentilah.

Mainkan bunyi-bunyi semangat disaat dunia ini masih punya jutaan hati yang juga baik hatinya.

Jadilah diri sendiri yang tahu mahu disetiap inci bagaimana kita.

Kita akan menemukan bahagia pada saat bermula hari ini, detik ini dan yang paling pantas adalah sekarang.

Bangunlah.

Semua'kan baik-baik saja.

--BSA