Followers

Album

Album

Thursday, July 31, 2014

Lebih sakit, dimadukan.


Sebab itu kita selalu diingatkan bahwa menghargai itu perlu. Sekarang ini orang disebelah atau siapa pun disisi kita adalah antara orang paling wajib untuk kita angkat. Tapi sayang, kita tak pernah wujudkan orang yang terdekat kita ini harga. Bila hilang, kita cari sesuatu yang kita pernah ada. Tapi bila ada, tak di julang.

Entah.

Entah kenapa lelaki ini tak pernah cukup untuk seorang isteri yang paling jujur kasihnya, Diangkat saat manis itu, pada mula-mula. Dah kawin, pandang yang lain. Bila sangkut, katanya itu takdir.

Hidup ini memang mutlaknya harus berpasangan banyak kah?
apa yang satu ini belum cukup ok kah?

*diam*

kasihan sebenarnya dengan orang yang dimadukan kasihnya. Yang harus diperjuangkan itu, adalah nasib orang perempuan yang ditinggalkan suami. Tak perlu debat pun semua orang tahu, wanita itu kudratnya lemah. Tapi bila tengok wanita kena tinggal, dipijak lagi dengan caci maki orang-orang tak mengerti jadi apa kah ini?

Rasa dan penderitaan itu hanya dirasai bila menjalani, tak akan pernah sama rasanya bila dengar cerita orang-orang tepi.

Jangan cakap soal sunyi,
kau itu lelaki.

Sakit rasanya,
bila jadi perempuan yang diceraikan.

lebih sakit,
dimadukan--

Wednesday, July 23, 2014

Orang baru

‎Pergilah berjuta batu sekalipun,
Tukarlah dengan beratus hati pun,
Kalau kita berdiri tak cukup menghargai, 
setiap rasa yang tumbuh itu kenal mati.

Mengejar puas itu selalu berkhianat,
Sedang kita sendiri tahu bahwa yang baik itu adalah orang yang sekarang ini kita dampingi.

Tapi sayang,

Setiap hari kita menemui alasan,
Alasan pada sebuah kesilapan yang kita selalu nampak ia ada,
Dimana-mana

Sungguhpun dulu kita bersama menegur kesilapan, memperbaiki setiap yang salah itu sejalan,

Tapi sekarang tidak.

Ditentukan jalan itu dengan 

'jodoh'

Dibahaskan setiap pertelingkahan itu dengan

'diam'

Hanya kerana satu:

"Orang baru"

Monday, July 21, 2014

I nak hidup sendiri, tapi lepas tu kau hidup berdua. Dengan orang lain.




Kerana rasa itu sendiri yang memaksa kita melukai hati orang lain sedang kita ini tak pernah fikir bagaimana dalamnya rasa disakiti.

Perasaan itu memang selalu datang dengan perlahan-lahan untuk buat kita jauh dengan orang yang kita dampingi, agar terus mendekatkan diri pada orang baru yang kononnya faham saat kita rasa sedih.

Halalkan perasaan dengan jatuhkan air mata orang lain itu, dibayar juga dengan air mata yang akan jatuh atas nama perasaan yang sama.

Ia datang perlahan-lahan sebelum ia pergi meninggalkan.

Sepertimana kita melafazkan satu ungkapan;

"I nak hidup sendiri.. mungkin kita sampai disini. I tak nak buat you sakit hati.. I lepaskan you.."

Bulan depan kita declare dengan orang yang selalu ada dengan unkapan mula-mula;

"Sabarlah. Tak apa, I ada.."

Sampailah kita pilih orang yang depan mata, sanggup meninggalkan orang yang kita dampingi dengan alasan;

"Kita dah tak macam dulu..."