Selasa, 31 Oktober 2017

Wangi-wangian


Terkadang, aku ingin berdebat lagi denganmu tentang perasaan, tentang perhatian, waktu dan segala macam bentuk keinginan hati. Aku akui, selama aku bersama denganmu aku tidak mengenal usiaku sendiri yang masih tidak mahu berubah terlalu keanak-anakkan.

Aku ingin sekali lagi melanjutkan pertanyaan;

kau di mana?
dengan siapa?
dan balik jam berapa?

Hanya dengan melalui wangi-wangian.


--Bicara Sama Awan

Sabtu, 14 Oktober 2017

"Lebih dari satu jam presiden FAM bercakap soal permasalahan bola sepak di Malaysia, tapi tak ada yang peduli. Yang dipeduli hanya 20 saat terakhir soal negara. Orang-orang kita memang masih belum bersedia untuk terima perubahan, tidak optimis dengan keyakinan sendiri, mudah tersinggung dengan kata-kata, kuat main sosial media dan suka menyebarkan kebencian sesama kita. Kemudian berharap, Malaysia akan masuk World Cup..."

                                 --KIKI GRINDAWANGSA

Khamis, 12 Oktober 2017

KEPUTUSAN AKHIR

“Orang hanya melihat dengan mata. Mereka hanya mendengar dari cerita-cerita. Tapi apakah mereka cuba untuk selami hati kita?”

Akan tiba para hakim, pejuang-pejuang alam maya dan para manusia datang untuk menyatakan tentang itu dan ini tidak lama lagi. Tentang bagaimana kita harus menjaga rumah tangga seolah kita ini tidak menempuh pahit dalam ujian hidup bersama. Mereka hanya nampak pada sebuah keputusan, tapi tidak memahami kenapa kita harus buat satu keputusan. Apalagi ianya merupakan hal yang berat, jauh lebih dari yang kita inginkan. Ini adalah sesuatu yang sangat penting dalam hidup kita sendiri. Menyelesaikan apa yang belum selesai.

Semua orang berniat dalam hati untuk menikah dan bahagia. Bukan menikah untuk tidak bersama. Jadi apabila keputusan untuk memilih pergi ini dibuat, ini bukan dari keputusan yang datang dari fikiran kita sebelum bernikah. Tidak. Sebelum membuat langkah untuk pergi, ini adalah jalan terakhir yang telah kita fikirkan bertahun-tahun dengan sedalam-dalamnya.

Apakah mereka mengerti?
Tidak.

Orang hanya melihat dengan mata. Mereka hanya mendengar dari cerita-cerita. Tapi apakah mereka cuba untuk selami hati kita?

Sebuah kapal tidak mampu berlayar dengan sempurna andai hanya satu pihak saja yang berusaha menggerakkanya. Anak perlukan kasih sayang orang tua, tapi adilkah kasihnya itu diragut untuk diberikan pada orang lain?

Kalau kita berfikir bahwa kita bertahan hanya kerana anak, tentang kasih sayang yang tidak lengkap, apakah dengan berdiam diri dan membiarkan semua ini anak-anak kita mampu untuk mendapat kasih yang selengkapnya?

Kita dihujani dengan prasangka orang-orang yang hanya melihat dengan mata, mendengar dari telinga orang lain, hanya kerana satu keputusan. Tapi dalam perjalanan yang kita tempuh bertahun-tahun pernah mereka bertanya;

“apakah selama ini kita baik-baik saja?” Tidak.

Mungkin ini adalah jalan yang terbaik untuk kita mencari khilaf masing-masing. Berpisah sementara tidak berarti menolak jodoh selamanya. Mungkin ruang akan datang kembali mengetuk pintu hati kita sendiri apakah sebenar-benarnya kita ini memerlukan antara satu sama lain?

*** 

Tuhan sedang menguji 
Kekuatan Kesabaran 
Dan ketabahan 

 Kuat lah. 

Sahabatku yang baik, 
Suatu hari nanti, 
anak-anak akan mengerti, 
perjuangan kita membesarkan mereka. 

 --BicaraSamaAwan

Khamis, 5 Oktober 2017

Sebuah kehilangan

Kalau orang-orang tidak sadar akan kehadiranmu,
tidak mengakui kau ada,
tidak berterima kasih di atas kesempatan-kesempatan,
tidak nampak tentang pengorbanan,

KAU PERLU HILANG SEBENTAR

Hanya dengan kehilangan saja yang boleh orang sadar bahwa kau pernah ada,
 dan muncul lah kembali di kala senja.

Pada sebuah pagi,
mereka akan merasai sebuah kehilangan.
Kehilangan yang sebenarnya telah lama kita rasai, biarpun kita sedang bersama.

--Bicara Sama Awan

Rabu, 4 Oktober 2017

Terapi diri


“tetapkan keyakinanmu, melebihi rasa keyakinan mereka...”
---------------------------------------------------------------------------------------
Buat yang ingin menjadi seorang penulis, jangan mudah patah semangat hanya kerana karya kita ditolak banyak penerbit.

Seorang penulis Indonesia pernah bertanya pada saya

“kiki, apa masalahnya sehingga buku kamu tidak terbit?”

Saya berkata padanya bahwa tulisan saya ditolak oleh penerbit. Kemudian dia memberitahu pada saya

“kiki, ini bukan zamannya kita mencari penerbit. Jika karya kamu tidak diterbitkan oleh penerbit, kalau saya jadi kamu , ya saya terbitkan sendiri.. Saya juga memulai karya pertama saya “A Cat In My Eyes” dengan cara indie dan menjual tulisan saya pada teman-teman sendiri, sehingga satu ketika mereka sadar bahwa tulisan itu bagus...”

Setelah pertemuan itu selesai, saya kembali menguatkan semangat saya untuk tetap terus menulis dan berbagi cerita. Menulis bagi saya adalah terapi diri dan membentuk kita untuk jadi seseorang yang lebih baik seperti tokoh di dalam tulisan-tulisan yang telah saya tulis.

Saya tidak mengejar apa-apa dalam penulisan. Saya hanya ingin berkongsi perasaan saya, fikiran saya dan cara saya melihat sesuatu untuk saya abadikan dalam tulisan hanya kerana satu :

‘untuk di baca oleh ramai orang, membentuk personality yang lebih baik, dan terapi diri..’

--Kiki Grindawangsa

Isnin, 2 Oktober 2017

Kalimat BSA 2017



"Ketahuilah sejak aku berkenalan denganmu aku telah berjudi dengan hatiku sendiri.."

--Bicara Sama Awan