Tshirt Bicara Sama Awan

Tshirt Bicara Sama Awan

Sunday, August 2, 2015

Menanti Tulisanmu

Aku selalu menanti tulisanmu. Karena darimana lagi aku bisa tahu tentang apa yang sedang kamu pikirkan bila tidak dari sana. Kita tidak pernah bercakap-cakap tentang sesuatu yang dalam, hanya sebuah sapaan. Aku selalu menunggu tulisanmu. Karena darimana lagi aku bisa tahu tentang jalan pikiranmu, tentang masalah yang sedang kamu hadapi, atau tentang perasaan yang sedang kamu rasakan. Meski tulisan itu tidak sepenuhnya mewakili perasaan, setidaknya aku tahu perasaanmu masih hidup untuk nantinya aku cintai. Itu pun bila kamu mengijinkan.

Aku selalu membaca tulisanmu. Dari halaman satu hingga halaman yang aku yakin akan terus bertambah. Karena darimana lagi aku bisa mengenalmu dengan leluasa bila tidak dari sana. Aku bahkan tidak kuasa menyebut namamu di hadapan temanmu. Aku harus menunggu sepi atau malam hari untuk bisa leluasa memandang layar dan membaca berulang-ulang setiap kata yang lahir dari pikiran dan hatimu.

Aku menyukai cara jatuh cinta seperti ini. Tidak kamu tahu dan aku pun tidak harus repot-repot bertanya kesana kemari tentangmu hari ini. Teruslah menulis, karena suatu hari salah satu tulisanmu akan kuwujudkan. Tentang resahmu menunggu seseorang yang tak kamu tahu siapa, tapi kamu percaya pasti datang. Aku pasti datang.

hai kamu, apa khabar ?

bukan maksudku untuk kembali memanggil kenangan lalu. Tapi ternyata kenangan itu sulit tenggelam sepertima namamu yang selalu ada diingatan.

aku mencintaimu saat kehilangan,
aku merindukanmu saat kaki ini sudah jauh melangkah.

tidak berganjak dan aku masih duduk disitu.
ditempat kita pernah duduk bersama.

Thursday, July 30, 2015

Lembaran baru

Ya Allah,

Hambamu ini ingin berbagi nasib,
Tapi sering kali ragu diatas takdirmu.

Tuhanku yang baik,

Singkatkan jalanku,
Aku lelah berjalan lagi.