Jumaat, 1 Disember 2017

Warkah yang belum sampai

Abang,

Maafkan saya kerana masih belum sampai ke bumi Terengganu. Maafkan saya kerana saya masih belum sempat berjabat tangan dan bertanya khabar secara berdepan dengan abang.

Abang entah kenapa hari ini menjadi hari paling sayu pernah saya alami sepanjang saya melalui 2017. Mungkin kerana atas dasar kasih dan sayang saya pada adik abang, Nisa. Saya ingin abang tahu, bahwa seluruh keluarga besar abang saya telah anggap sebagai keluarga sendiri. Saya sayangkan semua adik-adik yang lain biarpun  hanya melihat kalian di layar talifon genggam. Tapi sejujurnya, dari cerita-cerita yang selalu saya dan Nisa bualkan, nama abang telah menjadi satu kekuatan dan semangat yang tersendiri buat Nisa.

Abang,

Saya cintakan Nisa, sayangkan syafiq, akid, Ma dan Ayah. Kuatkan semangat dan tetap berjuang melawan setiap sakit yang datang. Abang jangan cepat putusa harapan. Selagi saya belum menikahi Nisa, saya masih lagi berhutang senyum dengan abang.

Kuatlah abang, semoga kami boleh membayar semua kebahagiaan yang kami rasakan dengan senyum itu.

kami sayang abang, dan abang jangan pergi dulu.

Selasa, 31 Oktober 2017

Wangi-wangian


Terkadang, aku ingin berdebat lagi denganmu tentang perasaan, tentang perhatian, waktu dan segala macam bentuk keinginan hati. Aku akui, selama aku bersama denganmu aku tidak mengenal usiaku sendiri yang masih tidak mahu berubah terlalu keanak-anakkan.

Aku ingin sekali lagi melanjutkan pertanyaan;

kau di mana?
dengan siapa?
dan balik jam berapa?

Hanya dengan melalui wangi-wangian.


--Bicara Sama Awan

Sabtu, 14 Oktober 2017

"Lebih dari satu jam presiden FAM bercakap soal permasalahan bola sepak di Malaysia, tapi tak ada yang peduli. Yang dipeduli hanya 20 saat terakhir soal negara. Orang-orang kita memang masih belum bersedia untuk terima perubahan, tidak optimis dengan keyakinan sendiri, mudah tersinggung dengan kata-kata, kuat main sosial media dan suka menyebarkan kebencian sesama kita. Kemudian berharap, Malaysia akan masuk World Cup..."

                                 --KIKI GRINDAWANGSA

Khamis, 12 Oktober 2017

KEPUTUSAN AKHIR

“Orang hanya melihat dengan mata. Mereka hanya mendengar dari cerita-cerita. Tapi apakah mereka cuba untuk selami hati kita?”

Akan tiba para hakim, pejuang-pejuang alam maya dan para manusia datang untuk menyatakan tentang itu dan ini tidak lama lagi. Tentang bagaimana kita harus menjaga rumah tangga seolah kita ini tidak menempuh pahit dalam ujian hidup bersama. Mereka hanya nampak pada sebuah keputusan, tapi tidak memahami kenapa kita harus buat satu keputusan. Apalagi ianya merupakan hal yang berat, jauh lebih dari yang kita inginkan. Ini adalah sesuatu yang sangat penting dalam hidup kita sendiri. Menyelesaikan apa yang belum selesai.

Semua orang berniat dalam hati untuk menikah dan bahagia. Bukan menikah untuk tidak bersama. Jadi apabila keputusan untuk memilih pergi ini dibuat, ini bukan dari keputusan yang datang dari fikiran kita sebelum bernikah. Tidak. Sebelum membuat langkah untuk pergi, ini adalah jalan terakhir yang telah kita fikirkan bertahun-tahun dengan sedalam-dalamnya.

Apakah mereka mengerti?
Tidak.

Orang hanya melihat dengan mata. Mereka hanya mendengar dari cerita-cerita. Tapi apakah mereka cuba untuk selami hati kita?

Sebuah kapal tidak mampu berlayar dengan sempurna andai hanya satu pihak saja yang berusaha menggerakkanya. Anak perlukan kasih sayang orang tua, tapi adilkah kasihnya itu diragut untuk diberikan pada orang lain?

Kalau kita berfikir bahwa kita bertahan hanya kerana anak, tentang kasih sayang yang tidak lengkap, apakah dengan berdiam diri dan membiarkan semua ini anak-anak kita mampu untuk mendapat kasih yang selengkapnya?

Kita dihujani dengan prasangka orang-orang yang hanya melihat dengan mata, mendengar dari telinga orang lain, hanya kerana satu keputusan. Tapi dalam perjalanan yang kita tempuh bertahun-tahun pernah mereka bertanya;

“apakah selama ini kita baik-baik saja?” Tidak.

Mungkin ini adalah jalan yang terbaik untuk kita mencari khilaf masing-masing. Berpisah sementara tidak berarti menolak jodoh selamanya. Mungkin ruang akan datang kembali mengetuk pintu hati kita sendiri apakah sebenar-benarnya kita ini memerlukan antara satu sama lain?

*** 

Tuhan sedang menguji 
Kekuatan Kesabaran 
Dan ketabahan 

 Kuat lah. 

Sahabatku yang baik, 
Suatu hari nanti, 
anak-anak akan mengerti, 
perjuangan kita membesarkan mereka. 

 --BicaraSamaAwan

Khamis, 5 Oktober 2017

Sebuah kehilangan

Kalau orang-orang tidak sadar akan kehadiranmu,
tidak mengakui kau ada,
tidak berterima kasih di atas kesempatan-kesempatan,
tidak nampak tentang pengorbanan,

KAU PERLU HILANG SEBENTAR

Hanya dengan kehilangan saja yang boleh orang sadar bahwa kau pernah ada,
 dan muncul lah kembali di kala senja.

Pada sebuah pagi,
mereka akan merasai sebuah kehilangan.
Kehilangan yang sebenarnya telah lama kita rasai, biarpun kita sedang bersama.

--Bicara Sama Awan

Rabu, 4 Oktober 2017

Terapi diri


“tetapkan keyakinanmu, melebihi rasa keyakinan mereka...”
---------------------------------------------------------------------------------------
Buat yang ingin menjadi seorang penulis, jangan mudah patah semangat hanya kerana karya kita ditolak banyak penerbit.

Seorang penulis Indonesia pernah bertanya pada saya

“kiki, apa masalahnya sehingga buku kamu tidak terbit?”

Saya berkata padanya bahwa tulisan saya ditolak oleh penerbit. Kemudian dia memberitahu pada saya

“kiki, ini bukan zamannya kita mencari penerbit. Jika karya kamu tidak diterbitkan oleh penerbit, kalau saya jadi kamu , ya saya terbitkan sendiri.. Saya juga memulai karya pertama saya “A Cat In My Eyes” dengan cara indie dan menjual tulisan saya pada teman-teman sendiri, sehingga satu ketika mereka sadar bahwa tulisan itu bagus...”

Setelah pertemuan itu selesai, saya kembali menguatkan semangat saya untuk tetap terus menulis dan berbagi cerita. Menulis bagi saya adalah terapi diri dan membentuk kita untuk jadi seseorang yang lebih baik seperti tokoh di dalam tulisan-tulisan yang telah saya tulis.

Saya tidak mengejar apa-apa dalam penulisan. Saya hanya ingin berkongsi perasaan saya, fikiran saya dan cara saya melihat sesuatu untuk saya abadikan dalam tulisan hanya kerana satu :

‘untuk di baca oleh ramai orang, membentuk personality yang lebih baik, dan terapi diri..’

--Kiki Grindawangsa

Isnin, 2 Oktober 2017

Kalimat BSA 2017



"Ketahuilah sejak aku berkenalan denganmu aku telah berjudi dengan hatiku sendiri.."

--Bicara Sama Awan

Sabtu, 2 September 2017

Social Media Dan Waktu Yang Berjalan

Saya selalu berharap kalau nanti satu saat, saya dan isteri tidak lagi memerlukan social media untuk turut campur ke dalam urusan hidup kami. Sosial Media dan talifon genggam ini, saya akan cuba pelan-pelan untuk mendekatkan apa yang selama ini sudah kita rasai sebagai "jarak" sebelum kita mendirikan rumah tangga.

Saya akan selalu mengimpikan bahwa berumah tangga itu adalah "masa bersama" dan berpasangan itu adalah teman hidup untuk bercerita tentang apa saja. Saya selalu ingin duduk bersarapan pagi dengan tatapan mata, menghirup kopi panas, menikmati roti bermentega sambil berpegangan tangan.

Kami tidak perlu lagi peduli soal notification yang masuk. Apalagi whatsapp group yang selama ini sudah cukup menggangu kita dengan deringan yang bertalu-talu, dengan topik yang sudah cukup mual kita baca. Sindir-sindiran soal isu masa kini, politik yang menjengkelkan, dan gossip murahan tentang orang itu dan orang ini.

tidak penting--

Hidup yang paling bermakna adalah apabila kita mampu duduk di satu meja untuk makan bersama, duduk diruangan sofa untuk menonton Tv bersama dan mampu mengisi seberapa banyak masa untuk anak kita kelak.


***

beli #bukupatah karya #bicarasamaawan ? 
whatsapp ke 018-2656-760

Rabu, 30 Ogos 2017

10 Hal Tentang Perempuan



1) Kalau tiba-tiba tidak ada sapaan selamat malam dari dia?

Itu bermakna dia merajuk.

2) Kalau dia kata bestnya kalau dapat pergi jalan2?

Itu bermakna, dia ingin berjalan bersama kamu.

3) Kalau pukul 9 malam dia kata dia mengantuk?

Itu bermakna dia suruh kamu cepat pulang dan luangkan waktu bersama dia.

4) Kalau dia tanya "awak suka makan di mana?" Itu bermakna dia mahu ditanya tempat makan yang dia suka.

5) Kalau dia kata ada orang cuba untuk memikat dia?

Itu bermakna dia mula terasa diabaikan oleh kamu.

6) kalau dia kata "saya ok je"

Itu bermakna jangan.

7) kalau dia kata "awak ramai kawan perempuan tak?

Itu bermakna dia tak mahu persaingan.

8) kalau dia tiba-tiba diam beberapa hari?

Itu bermakna dia mahu ditanya "awak ada masalah?"

9) kalau dia kata "saya boleh selesaikan sendiri semua ini"

Itu bermakna dia minta tolong kamu dalam diam.

10) kalau dia kata "awak tak ada girlfriend ke?

Itu bermakna dia takut jatuh hati dengan kebaikan dan kata-kata kamu.
Nota: Ada tambahan 1 lagi.

11) kalau dia tag dan share tulisan ini?

Itu bermakna, dia ingin dimengerti.
Kerana perempuan itu lumrahnya memang begitu. Tak pernah dewasa dengan usianya. Kerana itu dia di panggil perempuan.

--BicaraSamaAwan

Tewas

"Mereka main bukan untuk kalah. Mereka bermain untuk negara. Tapi kalau rakyatnya mencaci pemain mereka sendiri, itu sama saja seperti mereka mencaci negara sendiri..." --BicaraSamaAwan

Jumaat, 25 Ogos 2017

Pasca 2017

Saya sering mengingatkan pada diri saya sendiri untuk tidak terlalu aktif di Facebook , Instagram dan social media yang lain.

Hati saya masih belum boleh menerima.

dengan bahasa diam,
hari ini saya login semula blog bicarasamaawan ini.

Sentimental value--

Beberapa hari yang lalu, boss saya, Andrew pernah berkata begini;

"kiki, itu amoi sangat cantik.. hey.. tengok lah.."

saya kemudiannya menoleh ke arah andrew lalu berkata

"Andrew, saya sudah 31 tahun. dan keinginan saya bukan lagi ke arah itu. saya bukan lagi 23 tahun. Dari saya membuang masa saya pada perempuan yang belum tentu boleh menguruskan hidup saya, biarlah saya uruskan diri saya sendiri. Tanpa bergantung pada siapa-siapa...biarlah saya mencintai diri saya dulu sebelum saya mencintai orang lain.."

Andrew diam.

kemudian saya tanya kembali soalan pada Andrew

"kenapa you tak ada girlfriend Andrew?"

dia jawab

"saya ingin bebas.."

dan kami pun melanjutkan kerja masing-masing.

Isnin, 10 Julai 2017

10 HAL TENTANG PEREMPUAN

 

1) Kalau tiba-tiba tidak ada sapaan selamat malam dari dia?
Itu bermakna dia merajuk.
2) Kalau dia kata bestnya kalau dapat pergi jalan2?
Itu bermakna, dia ingin berjalan bersama kamu.
3) Kalau pukul 9 malam dia kata dia mengantuk?
Itu bermakna dia suruh kamu cepat pulang dan luangkan waktu bersama dia.
4) Kalau dia tanya 
"awak suka makan di mana?"
Itu bermakna dia mahu ditanya tempat makan yang dia suka.
5) Kalau dia kata ada orang cuba untuk memikat dia?
Itu bermakna dia mula terasa diabaikan oleh kamu.
6) kalau dia kata 
"saya ok je"
Itu bermakna jangan.
7) kalau dia kata 
"awak ramai kawan perempuan tak?
Itu bermakna dia tak mahu persaingan.
8) kalau dia tiba-tiba diam beberapa hari?
Itu bermakna dia mahu ditanya 
"awak ada masalah?"
9) kalau dia kata 
"saya boleh selesaikan sendiri semua ini"
Itu bermakna dia minta tolong kamu dalam diam.
10) kalau dia kata 
"awak tak ada girlfriend ke?
Itu bermakna dia takut jatuh hati dengan kebaikan dan kata-kata kamu.
Nota: Ada tambahan 1 lagi.
11) kalau dia tag dan share tulisan ini?
Itu bermakna, dia ingin dimengerti.
Kerana perempuan itu lumrahnya memang begitu. Tak pernah dewasa dengan usianya. Kerana itu dia di panggil perempuan.
--BicaraSamaAwan

Rabu, 28 Jun 2017


Jaguh Pahlawan Internet


"Ada orang comment,
sembang pasal maruah.
Ada yang pertikai tentang tingkah laku,
kononnya bagi mereka,
kita ini BODOH."
--BicaraSamaAwan

***

Terkadang mereka ini harus diingatkan bahwa tak semua manusia itu akan berubah sikap secara total dengan cara memaki-maki kesalahan orang lain.

Menegur dengan cara paling baik, bukan dengan duduk menaip melabelkan orang bodoh.

Kerana hidup adalah cermin, dan cermin tidak pernah berbohong soal sikap, jati diri dan rasa kasih kita sesama manusia.

Berhentilah jadi hipokrit. Kita juga pernah jadi bodoh.

--BicaraSamaAwan

Isnin, 26 Jun 2017

Masa lalu


Lepaskan saja masa lalu itu.
cukuplah kita kenang ia sebagai lembaran baru
menuju kebahagiaan kita yang jauh akan lebih bahagia.

Yakin.

yakinlah pada dirimu sendiri,
hati dan perasaan kita mulai hari ini
jauh lebih mahal dari mengenang orang yang tidak lagi bersama kita.

--BicaraSamaAwan

Eid Mubarak 2017.


kalau kau fikir kau merasa keseorangan untuk menyambut hari raya pada tahun ini, ketahuilah bahwa kita beruntung kerana masih lagi punya kesempatan untuk melihat. 

Jangan lagi bersedih, satu saat nanti waktu akan khabarkan pada kita bahwa kita juga berhak untuk rasa bahagia.

Carilah kebahagiaan itu.

Benda Mati - PART 3


Malam datang lagi. Rasa yang datang seolah kejam untuk meninggalkan dia sendirian. Malam terasa panjang. Detik ini, lelaki itu tidur bertemankan bekas baju kekasihnya yang tidak dibasuh.

Dulu lelaki itu merupakan pencemburu kepada benda-benda mati, apatah lagi benda yang bernyawa. Indahnya menjadi bantal buat kepala Zulaikha untuk ke jalan mimpi. Nyaman sekali menjadi bantal peluk bagi seorang Zulaikha.

Apa lagi ? Tuala, baju, selimut, jam tangan, malah kasut dan semua benda-benda mati tidak bernyawa. Andai diberi peluang menjadi sosok selain manusia, ingin saja dia memilih untuk menjadi 'benda mati' untuk Zulaikha.

Petang itu hujan turun dengan lebat tanpa sadar tangannya dengan sendiri memegang dada, dan merasai kepala Zulaikha. Sesekali petir berdentum membuat dia terasa berdebar-debar. Mungkin trauma yang dirasakan itu seolah kejadiaannya berlaku semalam. Kejadian di Jalan Robinson memang masih betul-betul segar di ingatannya.

Semalam lelaki itu bermimpi menemui Zulaikha. Di hening subuh, mereka duduk di bangku, di tepi pulau perhentian, tempat yang mereka wajib datang setiap 14 Jun setiap tahun. Ia merupakan hari ulang tahun Zulaikha. Ia tidak disambut dengan hadiah-hadiah mewah. Kerana bagi lelaki itu, yang letakkan untuk sebuah perhubungannya adalah kasih sayang yang dalam. Mempersembahkan jiwa raga hanya untuk seorang Zulaikha.

"Hey gila! Kenapa kau pakai plastik bodoh itu?" 

Sergah salah seorang penghuni di situ. Lelaki itu cuma memandang kemudian tidak mempedulikannya. Baginya, rindunya dia pada Zulaikha telah membuatkan deria rasa pada sekeliling hampir mati. Hatinya keras, ingatannya hanya pada Zulaikha.

"Abang, kalau Ika dah tak ada lagi, abang jangan tutup pintu hati abang pada orang lain ya?"

"Ika cakap apa ni? jangan cakap benda-benda macam tu boleh tak? kalau Ika pergi, Abang akan patah hati..."

Itu adalah dialog sehari sebelum mereka jalan menyelusuri Jalan Robinson. Bagaimana untuk dia, si lelaki yang obses dengan Zulaikha harus menerimana kehilangan yang tiba-tiba ini?

Tujuh hari, tujuh malam lelaki itu memeluk pusara Zulaikha. Bumi turut bersedih. Keluarga kehilangan anak perempuan yang baik. Kesedihan lelaki itu berpanjangan hingga dipaksa oleh keluarga Zulaikha supaya tidak menangis lagi. Sehari selepas Zulaikha pergi, lelaki itu menguncikan diri dibilik untuk jangka masa yang lama.

Untuk kebaikan lelaki itu, dia akhirnya ditempatkan di pusat pemulihan jiwa walau dia sebenarnya tidak gila. Cuma hanya terlalu meratapi pemergian Zulaikha, kekasihnya yang sangat dia cintai.

Jumaat, 23 Jun 2017

Surat Ke Syurga - PART 2


Zulaikha Sharif.
Taman Syurga Indah,
00000 Langit Ketujuh,
Syurga.

NO 30, Jalan Permata Sari,
Sri Damansara Jalan 16/A,
47830 Petaling Jaya,
Selangor Darul Ehsan.

4 Ogos 2011.

Ke hadapan kekasihku, Zulaikha.

Sehingga hari ini aku masih lagi memakai plastik berwarna jingga yang aku sarung di kepala kau sewaktu kita melintasi garis jalan di Jalan Robinson.

Aku masih ingat lagi tentang dakapan lenganku di bahumu. kau kesejukan. Hujan itu seperti sebuah isyarat di mana harus ke mana tangan ku untuk singgah melindungi tubuhmu seperti titisan hujan rintik itu. Tidak aku izinkan ia jatuh di kepalamu. Zulaikha sayang, aku tahu kau takut petir, dentuman guruh dan gemiris-gemiris kecil. Kata kau, kau tidak suka untuk merasa sakit. Dan bagiku, sakitmu tidak udah seperti rasa yang selalu ingin membuat aku untuk terus dekat dan menjagamu.

Betapa besarnya rasa ini buatmu, Zulaikha. Tanpa pernah aku lakukan kepada siapa pun sebelum ini. Semua terjadi apabila kau hadir 7 yang tahun lalu di saat aku ranap ditinggal oleh sang pengkhianat cinta.

Dengan secebis rasa percaya dan cinta untuk akujadikanmu bidadari terindah, aku persembahkan kau layar cerita ini. Kekasih paling cantik di dunia, dan aku sangat bangga memilikimu.

Zulaikha yang baik,

Aku di sini bersama orang yang tidak aku kenal. Mereka hanya bercakap sendiri dan ketawa. Hampir semua. Aku takut Zulaikha, kenapa aku harus tinggal bersama mereka?

Aku tidak tahu kenapa aku di sini. Memakai pakaian hijau bertutup hingga ke pergelangan tangan, memakai seluar panjang, dan aku harus mengulang pakaian ini sehari-hari. Kenapa Zulaikha?

Pakaian aku dengan orang-orang di sini hampir sama. Cuma di bezakan oleh orang yang selalu menghulur makan, memberi ubat dan juga si polan yang selalu bercerita tentang motivasi penguat jiwa. Apa mereka fikir jiwa aku lemah? Apa mereka fikir aku gila, Zulaikha? Aku bosan mendengar kata bahwa hidup adalah proses mengenal hati, berbuat baik dan menerima takdir. Mereka kata penghuni-penghuni yang tinggal disini, adalah sakit! Aku tidak sakit Zulaikha. Aku cuma merindukan kau. Mereka yang sebenarnya gila!

Aku dipisahkan di ruangan bilik yang berbeza. Kau tahu, Zulaikha? Ruang yang sering aku jadikan tempat untuk menulis selain hati, adalah diruang dinding bilik ini. Aku menemui kebebasan bersuara di sini. Orang-orang di sini baik. Mereka tidak marah bila dinding ini penuh dengan tulisan. Malah, ada di antara mereka sering menghabiskan banyak waktu untuk membaca tulisan didinding biarpun itu hanya sebatas kalimat namamu ,Zulaikha.

Kekasihku sayang,

Aku terlalu rindukan kau. Saban hari kita sering bertemu di mimpi. Kita menyanyi bersama, menari dan meluangkan banyak waktu bersama. Dunia ini memang padat dipenuhi jutaan orang. Tapi dihati dan ingatanku, kau telah berumah di situ.

Tahukah kau bahwa aku adalah satu-satunya lelaki di sini yang memakai penyepit rambut kepunyaan kau, gelang kaki dan plastik berwarna jingga ini yang sering kuikat dikepalaku ini.

Aku juga lelaki yang memakai lipstik merah kesukaan kau. Aku sanggup di marahi berkali-kali kerana mencuri lipstik perawat-perawat di sini. Dan rasa ini, sering buat aku dekat bersamu kau, Zulaikha.

Zulaikha ku yang manis,

Warkah ini aku siapkan untuk beri perkhabaran awal bagaimana keadaan aku tanpa kau, Zulaikha. Walau sebenarnya terlalu banyak perkara pelik yang ingin aku sampaikan. Percayalah, aku tidak akan pernah jemu mengirimkan khabar buatmu walau kita berada di alam yang berbeza.

Aku dapat merasa aura kau sering mengawasi aku di sini. Cuma aku tidak suka berada terlalu lama di sini hanya kerana aku di paksa untuk melupakan kau. Di paksa untuk tidak memakai penyepit rambut ini, memakai lipstik merah dan plastik berwarna jingga ini lagi.

Di sini, aku tidak perlu siapa-siapa selain kerinduan. Kerana aku tahu, kau adalah bidadari yang akan selalu membahagiakan aku walau kau telah berada di syurga. perempuanku,

Tunggu aku di depan pintu. Sambut aku dengan senyum manis itu, aku rindu.

Salam cinta dari dunia,
LELAKIMU.
3:48 pagi,
4 Ogos 2011.

Khamis, 22 Jun 2017

Plastik Jingga - PART 1

kikigrindawangsa

Di Jalan Robinson lelaki itu berdiri. Hujan lebat memaksa kekasihnya melewati tangga batu perlahan-lahan disudut jalan. Lelaki itu kemudiannya mengikatkan plastik berwarna jingga di kepala kekasihnya. Kekasihnya bernama Zulaikha.

Langit pada ketika itu, mendung dan suram. Seolah-olah ingin menangis tersedu-sedu; rintik hujannya membasahi bumi.

Mereka menyelusuri satu persatu ruang rumah-rumah kedai. Mereka melewati garisan jalan kuning. Petang itu, mereka berjalan dengan rintik-rintik hujan. Tidak diizinkan satu titis hujan jatuh di kepala Zulaikha. Kerana baginya, apalah makna berkasih jika dia tidak merasa tentang denyutan air hujan gerimis yang mengundang sakit. Platik jingga yang diikat kepala Zulaikha, masih erat terikat.

 "Terima kasih" Ucap Zulaikha kepada lelaki itu. Bagi Zulaikha, lelakinya itu telah menjaganya dengan penuh kasih dan sayang. Bagi Zulaikha juga, mereka ditemukan untuk mati bersama.

Dicemuh keji orang-orang sekeliling, Kata mereka; apa hanya kau seorang saja kah yang punya kekasih? dan bagi mereka, mereka ingin melihat sejauh mana kasih mereka ini mampu untuk bertahan. Tapi bagi lelaki itu, ia hanya kata picisan yang tidak penting. Tidak ada satu patah kata yang tertusuk ke dalam hatinya. Baginya juga, Zulaikha tetap sehingga hari ini masih lagi kekal bersamanya.

 "Allahuakbar .. Allahuakbar..." Azan Subuh berkumandang.

 Tersentak lamunan lelaki itu. Dia tidak tahu kenapa tempat ini tempat yang harus dia tinggal: pemulihan jiwa. Tempat yang dihuni oleh orang-orang yang berperwatakan aneh. ketawa sendiri, dan bercakap juga sendiri.

"Maaf Encik, sudah waktunya untuk makan ubat.." Kata Fatimah, Si perawat penghuni sakit jiwa.

Sambil menutupi kepalanya dengan plastik berwarna jingga, lelaki itu menangis tersedu-sedu. Kemudian lelaki itu terus-terus meminta agar dikembalikan nyawa kekasihnya yang telah meninggal dilanggar lari di Jalan Robinson.

Sejak kejadian tragis yang menimpa lelaki itu, lelaki itu ditempatkan di pusat pemulihan jiwa hampir 5 tahun. Sehingga hari ini, dia tidak menanggalkan plastik berwarna jingga di kepalanya. Perawat-perawat yang merawat lelaki itu sedia maklum akan tabiatnya dan mereka memahami tentang kesulitan, rasa cinta dan rindu pada kekasihnya, Zulaikha.

Rabu, 21 Jun 2017

Salam rindu


Setelah beberapa tahun sibuk dengan urusan buku patah dan buku jodoh, saya akan kembali di sini. Tempat di mana semuanya bermula. Terima kasih untuk para pembaca #bicarasamaawan. Saya ada, kerana kalian ada,

Tunggu, saya akan kembali menulis di halaman ini. Halaman yang akan menjadi rumah pertama yang akan saya update setelah Instagram , Facebook 
dan juga Twitter .

Salam rindu,
Kiki Grindawangsa.